Tampilkan postingan dengan label Latihan Soal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Latihan Soal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 November 2020

Soal Operasi Hitung Adonan Konkret Dan Negatif Sekolah Dasar


Operasi hitung adonan konkret dan negatif dibahas sejak kelas IV, V dan diperdalam pada pembelajaran kelas VI (enam) jenjang Sekolah Dasar (Sekolah Dasar). Materi operasi hitung ini juga timbul dalam ujian sekolah.





Kemampuan menguasai operasi hitung ini dapat dipakai dasar pada kemampuan perhitungan berikutnya mirip memilih FPB dan KPK, perhitungan luas dan volume sebab melibatkan penjumlahan, penghematan, perkalian dan pembagian.





Materi Operasi Hitung Campuran





Cakupan bahan operasi hitung ini dimulai dari operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian bilangan bundar aktual dan negatif. Sebelum mempelajari penjumlahan dan penghematan bilangan bulat faktual dan negatif, anak mampu menjajal soal-soal penjumlahan dan pengurangan apalagi dulu.





Penjumlahan Bilangan Bulat Positif dan Negatif





  1. Penjumlahan bilangan lingkaran konkret kesannya nyata
    Contoh : 20 + 30 = 50
  2. Penjumlahan bilangan lingkaran faktual dengan bilangan bulat negatif
    • Hasilnya aktual kalau angka pada bilangan negatifnya lebih kecil
      25 + (- 10) = 25 – 10 = 15
      (-20) + 30 = 30 + (-20) = 30 – 20 = 10
    • Hasilnya negatif kalau angka pada bilangan negatifnya lebih besar
      15 + (-20) = 15 – 20 = (-5)
      (-10) + 6 = 6 + (-10) = 6 – 10 = (-4)

  3. Penjumlahan bilangan bundar negatif kesannya negatif
    Contoh : (-20) + (-30) = (-20) – 30 = (-50)




Pengurangan Bilangan Bulat Positif dan Negatif





  1. Pengurangan bilangan bulat aktual
    • kesannya kasatmata kalau pengurangnya lebih kecil
      Contoh : 20 – 5 = 15
    • akibatnya negatif kalau pengurangnya lebih besar
      Contoh : 20 – 35 = -15

  2. Pengurangan bilangan bulat faktual dengan bilangan bundar negatif balasannya kasatmata
    Contoh :
    20 – (-5) = 20 + 5 = 25
    20 – (-35) = 20 + 35 = 55
  3. Pengurangan bilangan bundar negatif dengan bilangan lingkaran kasatmata akibatnya negatif
    Contoh :
    (-5) – 20 = (-25)
    (-35) – 20 = (-55)
  4. Pengurangan bilangan lingkaran negatif dengan bilangan lingkaran negatif
    • Hasilnya positif jika angka pada bilangan negatifnya kedua lebih besar
      (-20) – (-30) = (-20) + 30 = 10
    • Hasilnya negatif kalau angka pada bilangan negatifnya kedua lebih kecil
      (-25) – (- 10) = (-25) + 10 = (-15)





Baca Juga : Operasi Hitung Bilangan Kuadrat Jenjang Sekolah Dasar





Perkalian dan Pembagian Bilangan





  1. Bilangan bulat nyata dikalikan atau dibagi bilangan bulat konkret akhirnya aktual
    Contoh :
    15 x 20 = 300
    125 : 5 = 25
  2. Bilangan lingkaran positif dikali atau dibagi dengan bilangan lingkaran negatif akibatnya negatif dan berlaku sebaliknya.
    Contoh :
    15 x (-20) = (-300)
    (-15) x 20 = (-300)
    125 : (-5) = (-25)
    (-125) : 5 = (-25)
  3. Bilangan bulat negatif dikali atau dibagi dengan bilangan bulat negatif hasilnya positif
    Contoh :
    (-15) x (-20) = 300
    (-125) : (-5) = 25




Aturan Operasi Hitung Campuran





Urutan pembuatan operasi hitung mengacu pada 3 aturan berikut :





  • Operasi hitung yang ada didalam kurung dilakukan terlebih dulu
  • Operasi hitung perkalian dan pembagian dilaksanakan dari depan
  • Operasi hitung penjumlahan dan penghematan dijalankan dari depan




Contoh Soal :





  1. 25 + 13 x 16 – 98 =
    = 25 + (13 x 16) – 98
    = 25 + 208 – 98
    = 233 – 98
    = 135
  2. 162 + 15 x 18 : 27 =
    = 162 + (15 x 18) : 27
    = 162 + (270 : 27)
    = 162 + 10
    = 172




Soal Ulangan Operasi Hitung Campuran





  1. 34.232 – 4.876 + 49.125 =
  2. 1.478 + 1.058 : 23 =
  3. 946 x 38 – 16.959 =
  4. 142 x 36 – 512 : 16 =
  5. 1.000 – 2086 : 14 + 577 =
  6. 435 + (-325) : (-13) – 422 =
  7. 637 : 13 – 24 x 39 =
  8. 2.105 – (-14) x 25 + (-1.472) =
  9. Suhu udara di Dieng pada pagi hari adalah -3’celcius. Pada siang hari, suhu tersebut naik sebanyak 14’celcius. Lalu pada malam hari suhunya turun 16’celcius. Maka suhu udara di Dieng pada malam hari tersebut ialah …
  10. Di warung kelontong tersedia 17 karung beras yang masing-masing berisi 25 kg. hari ini warung tersebut menerima aksesori kiriman beras sebanyak 132 Kg. Berapakah berat keseluruhan beras yang ada di warung tersebut …




Pembahasan Operasi Hitung Campuran





  1. 34.232 – 4.876 + 49.125
    = (34.232 – 4.876) + 49.125
    = 29.356 + 49.125
    = 78.481
  2. 1.478 + 1.058 : 23
    = 1.478 + (1.058 : 23)
    = 1.478 + 46
    = 1.524
  3. 946 x 38 – 16.959
    = 35.948 – 16.959
    = 18.989
  4. 142 x 36 – 512 : 16
    = 5.112 – 32
    = 5.080
  5. 1.000 – 2086 : 14 + 577
    = 1.000 – 149 + 577
    = 851 + 577
    = 1.428
  6. 435 + (-325) : (-13) – 422
    = 435 + ((-325) : (-13)) – 422
    = 435 + 25 – 422
    = 38
  7. 637 : 13 – 24 x 39
    = 49 – 936
    = -887
  8. 2.105 – (-14) x 25 + (-1.472)
    = 2.105 – ((-14) x 25) + (-1.472)
    = 2.105 – (-350) + (-1.472)
    = 2.105 + 350 – 1.472
    = 2.455 – 1.472
    = 983
  9. = -3 + 14 – 16
    = 11 – 16
    = -5
  10. = 17 x 25 + 132
    = (17 x 25) + 132
    = 425 + 132
    = 557




Download soal dan pembahasan operasi  hitung gabungan



Sumber ty.com

Rabu, 23 September 2020

Soal Faktor Persekutuan Terbesar (Fpb) & Pembahasan


Faktor persekutuan paling besar ialah pengembangan dari pembelajaran faktorisasi prima. Sehingga untuk menguasai perkiraan FPB ini siswa mesti menguasai pembelajaran faktor prima dan faktorisasi prima apalagi dahulu.





FPB dipakai untuk menuntaskan soal cerita yang berkaitan dengan pembagian barang biar adil dan merata.





Baca Juga : Menghitung Mean, Median, dan Modus





Bentuk Soal Faktor Persekutuan Terbesar (FPB)





Soal-soal aspek persekutuan paling besar ini digolongkan menjadi soal pribadi dan soal kisah. Untuk menyelesaikan soal pribadi bisa memakai pohon faktor atau cara terkini adalah menggunakan tabel.





1. Soal Langsung





Tentukan aspek komplotan terbesar dari 20, 36, dan 40!





203640FPB
1018202
59102




Faktor Persekutuan Terbesar = 2 x 2 = 4





Jadi FPB dari 20, 36, dan 40 ialah 4





Penjelasan: Pada tabel diatas setiap angka dimasukkan dalam tabel disusul dengan tulisan FPB. Kemudian dimasukkan bilangan prima yang mampu membagi ketiga bilangan tersebut, ialah 2. Selanjutnya ketiga bilangan masih bisa dibagi dengan bilangan prima ialah 2 lagi. dan tersisa angka 5, 9, dan 10 yang telah tidak bisa dibagi dengan angka yang serupa. Maka telah didapatkan FPB dari ketiga bilangan tersebut yakni 2 x 2 = 4.





2. Soal Cerita





Soal kisah pada umumnya berhubungan dengan FPB dibagi menjadi beberapa:





  1. memilih FPB
  2. memilih hasil perolehan setiap bagian
  3. menentukan selisih hasil perolehan setiap bagian




Untuk membahas tiga hal tersebut, berikut ini kami tampilkan pola soal diikuti dengan pembahasan dengan cara tercepat dan termudah. simak ulasannya berikut ini.





Contoh 1 Soal FPB





Ibu Andi membeli 48 apel, 78 jeruk, dan 90 pir yang akan dibentuk parsel. Setiap parsel berisi apel, jeruk, dan pir dengan jumlah masing-masing yang sama banyak. Berapa jumlah parsel terbanyak yang mampu dibentuk Ibu Andi?





Pembahasan :





Dibuat tabel dengan pembagi ialah bilangan prima yang mampu membagi seluruh angka





487890FPB
2439452
813153




Faktor Persekutuan Terbesar = 2 x 3 = 6





Kaprikornus jumlah parsel terbanyak yang dapat dibentuk Ibu Andi sebanyak 6 buah





Baca Juga : Panduan Operasi Hitung Campuran





Contoh 2





Siswa SD Indah akan menyumbangkan alat tulis terhadap belum dewasa yang memerlukan. Alat tulis tersebut berisikan 216 penggaris, 252 pensil, dan 276 buku tulis. Ketiga alat tulis tersebut akan diberikan terhadap sebanyak-banyaknya anak yang memerlukan. Setiap anak akan mendapatkan bab yang serupa untuk setiap jenis alat tulisnya. Berapa penggaris, pensil, dan buku tulis yang diterima setiap anak?





Pembahasan:





216252276FPB
1081261382
5463692
1821233




Faktor Persekutuan Terbesar = 2 x 2 x 3 = 12





Penggaris yang diterima setiap anak 216 : 12 = 19 buah
Pensil yang diterima setiap anak 252 : 12 = 21 buah
buku tulis yang diterima setiap anak 276 : 12 = 23 buah





Makara setiap anak menemukan 19 penggaris, 21 pensil, dan 23 buku tulis.





Contoh 3





Tim SAR akan memperlihatkan sumbangan tikar sebanyak 36 buah, handuk 54 buah, dan selimut 90 buah terhadap korban banjir. Ketiga jenis barang tersebut akan dibungkus dengan jumlah masing-masing yang sama banyak. Berapa selisih handuk dan selimut yang diperoleh setiap korban banjir?





365490FPB
1827452
69153
2353




Faktor Persekutuan Terbesar = 2 x 3 x 3 = 18





handuk yang diterima setiap korban banjir 54 : 18 = 3 buah
selimut yang diterima setiap korban banjir 90 : 18 = 5 buah





Kaprikornus setiap antara handuk dan selimut yang diterima setiap korban banjir yakni 5 – 3 = 2 buah.





Berikut ini video tutorial penggunaan tabel dalam mengkalkulasikan FPB dan KPK sekaligus.











Soal FPB





Kerjakan soal-soal di bawah ini!





Soal FPB 1





Bu Vero mempunyai 72 buku tulis, 80 pensil, dan 96 krayon. Alat-alat tersebut dimasukkan kantong masing-masing sama banyak. Banyak buku dan pensil yang dimasukkan ke dalam satu kantong masing-masing adalah ….





Soal 2





Bu Isna menyumbang 60 baju, 72 kaus, dan 96 sarung kepada sebanyak-banyaknya keluarga korban banjir. Setiap keluarga mendapatkan ketiga jenis dan jumlah barang yang serupa. Setiap keluarga menerima dukungan sarung sebanyak ….





Soal 3





Pemerintah akan membagikan tunjangan kepada kelompok tani. Bantuan tersebut berupa sapi 96 ekor, kuda 84 ekor, dan kambing 108 ekor. Setiap kelompok akan mendapatkan pertolongan dengan jenis dan jumlah sama banyak. Selisih kuda dan kambing yang mau diterima setiap kelompok ialah ….





Soal 4





Sebuah yayasan menyumbangkan 360 paket pakaian, 396 paket alat tulis, dan 450 paket sembako. Sumbangan tersebut diberikan terhadap sebanyak-banyaknya korban banjir di Jakarta. Setiap korban banjir menerima perlindungan dengan banyak dan jenis yang serupa. Setiap korban mendapatkan dukungan paket pakaian sebanyak ….





Soal 5





Siswa SD Merdeka akan mengadakan Persami. Setiap siswa menghimpun sembako. Sembako yang terkumpul 144 kemasan mie instan, 120 kemasan gula pasir, dan 96 kemasan minyak goreng. Sembako tersebut rencananya akan dibagikan ke warga di sekitar lokasi dengan jumlah yang serupa banyak setiap jenisnya. Banyak kantong plastik yang dibutukan ialah ….





Soal FPB 6





Bu Anita berbelanja 48 mangga, 64 apel, dan 72 jeruk. Ketiga jenis buah tersebut dibungkus menjadi bingkisan dengan jumlah sebanyak-banyaknya. Setiap bingkisan berisi tiga jenis buah dengan jenis dan jumlah sama. Banyak buah dalam setiap bingkisan yakni ….





Soal 7





Sebagai hadiah sebab sudah membntu ibunya, Heni dibelikan ibunya permen beraneka rasa diantaranya 30 rasa jeruk, 36 rasa coklat, 42 rasa kacang. Dia ingin membagikan kepada sahabat-temannya dengan rasa dan jumlah yang serupa. Berapa optimal jumlah teman yang menerima permen dari Heni? Berapa banyak permen rasa kacang yang diterima setiap sobat? (Kiriman dari Ibu Rosmini)





Demikian klarifikasi perihal solusi soal yang berkaitan dengan faktor persekutuan paling besar (FPB). Jika terdapat hal yang ingin didiskusikan jangan sungkan untuk menuliskan pada kolom komentar dibawah.



Sumber ty.com

Selasa, 08 September 2020

Soal Penjumlahan Dan Penghematan Potongan


Penjumlahan dan penghematan potongan telah mulai dikenal di jenjang SD (SD). Pembahasan kali ini akan dimulai dari bahan, teladan, dan latihan soal dibarengi kunci jawaban. Tahapan pembelajaran penggalan dimulai dari penjumlahan dan pengurangan, dilanjutkan perkalian dan pembagian serpihan, soal gabungan, dan terakhir soal dongeng campuran.





Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan





Penjumlahan maupun penghematan pecahan ini akan melibatkan 4 bentuk. Keempat bagian tersebut diantaranya serpihan biasa, belahan campuran, desimal, dan persen. Pengenalan keempat kepingan tersebut dibahas secara terpisah dalam bahan Mengenal Pecahan Biasa, Campuran, Desimal, dan Persen.





Pecahan Biasa





Penjumlahan dan pengurangan dengan penyebut yang serupa tinggal menjumlahkan pembilangnya. Pengenalan pembilang dan penyebut dibahas pada halaman pengenalan pecahan.





1. \(\frac15+\frac25=\frac1+25=\frac35\)





2. \(\frac45-\frac35=\frac4+35=\frac15\)





Penjumlahan dan pengurangan dengan pembilang dan penyebut yang mampu disederhanakan maka mesti disederhanakan.





3. \(\frac16+\frac36=\frac1+36=\frac46=\frac23\)





4. \(\frac56-\frac36=\frac5-36=\frac26=\frac13\)





Penjumlahan dan pengurangan dengan hasil akhir pembilang yang lebih besar dari penyebut mampu dijadikan bagian gabungan lalu disederhanakan.





5. \(\frac116+\frac56=\frac11+56=\frac166=2\frac46=2\frac23\)





6. \(\frac106-\frac26=\frac10-26=\frac86=1\frac26=1\frac13\)





Penjumlahan dan penghematan dengan penyebut yang berlainan, maka penyebutnya mesti disamakan terlebih dahulu. Cara menyamakan penyebut dengan mencari KPK penyebut tersebut. Contoh KPK 2 dan 5 adalah 10, KPK 3 dan 4 yakni 12.





7. \(\frac12+\frac25=\frac1×52×5+\frac2×25×2=\frac510+\frac410=\frac5+410=\frac910\)





8. \(\frac23-\frac14=\frac2×43×4-\frac1×34×3=\frac812-\frac312=\frac8-312=\frac512\)





Pecahan Biasa dengan Pecahan Campuran





Agar dapat melakukan penjumlahan dan penghematan, maka belahan gabungan mesti apalagi dahulu dijadikan pecahan biasa. Jika pembilang lebih besar dari penyebut juga mesti dijadikan bagian adonan. Hasil penjumlahan dan pengurangan harus paling sederhana.





9. \(1\frac56+\frac56=\frac116+\frac56=\frac11+56=\frac166=2\frac46=2\frac23\)





10. \(1\frac46-\frac26=\frac106-\frac26=\frac10-26=\frac86=1\frac26=1\frac13\)





Pecahan Biasa, Pecahan Campuran, dengan Desimal





Untuk membuat lebih mudah pengerjaan, umumnya desimal dijadikan pecahan biasa. Dengan cara menjumlah jumlah angka yang ada dibelakang koma. Jika 1 angka maka persepuluh, jika 2 angka maka perseratus, bila 3 angka maka perseribu dan seterusnya. Kemudian disederhanakan.





11. \(\frac15+\frac25-0,25=\frac15+\frac25-\frac25100=\frac15+\frac25-\frac25:25100:25=\frac15+\frac25-\frac14=\frac4+8-520=\frac720\)





Keterangan: Menyamakan pembilang 5 dan 4 dengan mencari KPKnya, yaitu 20





Pecahan Biasa, Pecahan Campuran, Desimal, dengan Persen





Untuk menyelesaikan operasi hitung ini melalui tahapan dijadikan potongan biasa, disederhanakan, dan disamakan penyebutnya. Hasil kesannya jika pembilang lebih besar dari penyebut maka dijadikan potongan adonan dan pecahannya mesti sederhana.





12. \(\frac35+2\frac12+1,2\)-20%\(=\frac35+\frac52+\frac1210-\frac20100=\frac35+\frac52+\frac65-\frac15=\frac6+25+12-210=\frac4110=4\frac110\)





Jika menghendaki hasil dalam bentuk yang berlainan, maka hasil akhirnya cukup diubah menjadi belahan yang diinginkan cara mengubah bentuk pecahan mampu dibaca pada halaman Mengubah Bentuk Pecahan Biasa, Campuran, Desimal, dan Persen.





Soal Latihan





Kerjakan soal berikut dengan tepat!





1. \(\frac45+\frac25-\frac35=\)





2. \(\frac54-\frac34+\frac14=\)





3. \(2\frac13+\frac12-1\frac46=\)





4. \(2\frac12-1\frac14+\frac34=\)





5. \(2\frac34+\frac14-1,25=\)





6. \(\frac45+0,5-1\frac15=\)





7. \(3\frac12+2,25\)-50%\(=\)





8. \(1\frac12-1,25\)+75%\(=\)



Sumber ty.com

Rabu, 08 Juli 2020

Soal Penjumlahan Dan Pengurangan Kelas 6


Soal penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah merupakan soal yang paling awal dilatihkan pada penerima bimbing kelas 6. Bilangan cacah yakni himpunan bilangan yang tidak negatif. Bilangan cacah berisikan adonan angka 0 dan bilangan asli. Diantaranya 0, 1, 2, 3, … artinya sampai tidak terhingga.





Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Cacah





Peserta latih kelas 6 lazimnya memakai bilangan cacah dalam penjumlahan dan pengurangan terdiri dari 5 digit angka. Sebelum menjalankan soal berikut ini kami tampilkan acuan soal dan cara menjalankan yang tepat:





Contoh soal:





12.034 – 8.935 + 7.904 =





Cara melaksanakan:





12.034 – 8.935 + 7.904=
= 3.099 + 7.904
= 11.003





Kaprikornus jika menemukan operasi penjumlahan dan pengurangan atau sebaliknya dalam suatu soal, dilakukan terlebih dulu dari depan lalu gres yang belakang.





Soal Penjumlahan dan Pengurangan Kelas 6





Sebagai bahan berlatih, berikut ini 20 contoh soal penjumlahan dan penghematan bilangan cacah yang umumnya dipakai untuk akseptor latih kelas 6. Untuk menyingkir dari kebosanan, akseptor bimbing mampu melakukan 10 soal apalagi dahulu lalu melihat pembahasannya. Kemudian dilanjutkan 10 soal selanjutnya.





Soal





Jawablah pertanyaan berikut ini dengan menggunakan cara yang sempurna!





  1. 9.377 + 8.647 – 15.338 =
  2. 11.263 – 4.355 + 7.589 =
  3. 7.836 + 10.466 – 5.984 =
  4. 12.345 – 6.789 + 4.567 =
  5. 13.579 + 2.468 – 6.924 =
  6. 10.293 – 8.374 + 6.578 =
  7. 9.385 + 11.755 – 8.660 =
  8. 14.608 – 7.219 + 4.608 =
  9. 2.402 + 8.088 – 10.374 =
  10. 17.523 – 9.715 + 7.782 =
  11. 6.367 + 9.647 – 13.348 =
  12. 10.243 – 4.356 + 7.689 =
  13. 7.834 + 10.566 – 6.983 =
  14. 12.346 – 6.488 + 5.677 =
  15. 21.529 + 1.463 – 9.924 =
  16. 14.293 – 9.386 + 4.379 =
  17. 12.484 + 8.757 – 11.168 =
  18. 11.604 – 7.318 + 8.608 =
  19. 9.422 + 8.078 – 12.476 =
  20. 14.545 – 5.715 + 8.186 =




Pembahasan





Berikut ini pembahasan dari soal-soal di atas:





  1. 9.377 + 8.647 – 15.338 =
    = 18.024– 15.338
    = 2.686
  2. 11.263 – 4.355 + 7.589 =
    = 6.908 + 7.589
    = 14.497
  3. 7.836 + 10.466 – 5.984 =
    = 18.302 – 5.984
    = 12.318
  4. 12.345 – 6.789 + 4.567 =
    = 5.556 + 4.567
    = 10.123
  5. 13.579 + 2.468 – 6.924 =
    = 16.047 – 6.924
    = 9.123
  6. 10.293 – 8.374 + 6.578 =
    = 1.919 + 6.578
    = 8.497
  7. 9.385 + 11.755 – 8.660 =
    = 21.140 – 8.660
    = 12.480
  8. 14.608 – 7.219 + 4.608 =
    = 7.389 + 4.608
    = 11.997
  9. 2.402 + 8.088 – 10.374 =
    = 10.490 – 10.374
    = 116
  10. 17.523 – 9.715 + 7.782 =
    = 7.808 + 7.782
    = 15.590
  11. 6.367 + 9.647 – 13.348 =
    = 16.014 – 13.348
    = 2.666
  12. 10.243 – 4.356 + 7.689 =
    = 5.887 + 7.689
    = 13.576
  13. 7.834 + 10.566 – 6.983 =
    = 18.400 – 6.983
    = 11.417
  14. 12.346 – 6.488 + 5.677 =
    = 5.858 + 5.677
    = 11.535
  15. 21.529 + 1.463 – 9.924 =
    = 22.992 – 9.924
    = 13.068
  16. 14.293 – 9.386 + 4.379 =
    = 4.907 + 4.379
    = 9.286
  17. 12.484 + 8.757 – 11.168 =
    = 21.241 – 11.168
    = 10.073
  18. 11.604 – 7.318 + 8.608 =
    = 4.286 + 8.608
    = 12.894
  19. 9.422 + 8.078 – 12.476 =
    = 17.500 – 12.476
    = 5.024
  20. 14.545 – 5.715 + 8.186 =
    = 8.830 + 8.186
    = 17.016




Semoga 20 soal dibarengi dengan pembahasan di atas mampu dipakai untuk mengasah dan memajukan kemampuan peserta bimbing. Untuk mengunduh soal dan pembahasan dalam bentuk powerpoint yang lebih mempesona, berikut ini kami lampirkan file yang bisa diunduh:





20 Soal Penjumlahan dan Pengurangan Kelas 6



Sumber ty.com

Selasa, 30 Juni 2020

Soal Berpapasan Dan Menyusul + Pembahasan


Pengembangan dari materi kecepatan, jarak, dan waktu ialah soal memilih berpapasan dan menyusul. Soal jenis ini memerlukan pemahaman akan cerita yang disampaikan hingga menggolongkan kedalam berpapasan atau menyusul.





Kumpulan Soal Berpapasan dan Menyusul





Soal ini kami golongkan menjadi dua, yaitu soal berpapasan apalagi dulu, kemudian soal menyusul pada bab bawah. Tujuannya semoga tidak mengacaukan konsep yang sudah dipelajari anak pada materi berpapasan dan menyusul.





Baca: Materi Berpapasan dan Menyusul dibarengi Contoh Soal





Soal Berpapasan





Soal 1





Idam berangkat dari Sleman menuju Cilacap yang berjarak 198 km dengan kecepatan rata-rata 55 km/jam pada pukul 06.30. Disaat yang berbarengan Doni berangkat dari Cilacap menuju Sleman melalui jalan yang sama dengan kecepatan 35 km/jam. Pada jarak berapa kilometer mereka berpapasan dari Sleman?





Jawab:





Waktu papasan = \(\fracJarakK1 + K2\)
= \(\frac198 km55 km/jam + 35 km/jam\)
= \(\frac198 km90 km/jam\)
= 2,2 jam





Jarak dari Sleman = Kecepatan Idam x Waktu papasan
= 55 km/jam x 2,2 jam
= 121 km
Makara mereka berpapasan pada jarak 121 km dari Sleman





Soal 2





Andi berangkat dari Kebumen menuju Solo pada pukul 05.00 dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Pada waktu yang sama Bagus berangkat dari Solo menuju Kebumen melalui jalan yang sama dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam. Jarak antara Kebumen dan Solo 150 km. Pada pukul berapa mereka berpapasan?





Jawab:





Waktu papasan = \(\fracJarakK1 + K2\)
= \(\frac150 km60 km/jam + 40 km/jam\)
= \(\frac150 km100 km/jam\)
= 1,5 jam
= 1 jam + (0,5 jam x 60 menit)
= 1 jam 30 menit





Waktu berpapasan = 05.00 + 01.30 = 06.30
Jadi mereka berdua akan berpapasan pada pukul 06.30





Soal 3





Jarak Jogja-Magelang 60 km. Putra bersepeda dari Jogja menuju Magelang dengan kecepatan rata-rata 12 km/jam, sedangkan Fajar bersepeda dari Magelang menuju Jogja melalui jalan yang serupa dengan kecepatan rata-rata 13 km/jam. Mereka berdua berangkat pukul 05.45. Pada pukul berapa mereka berpapasan?





Jawab:





Waktu papasan = \(\fracJarakK1 + K2\)
= \(\frac60 km12 km/jam + 13 km/jam\)
= \(\frac60 km25 km/jam\)
= 2,4 jam
= 2 jam + (0,4 x 60 menit)
= 2 jam 24 menit





Waktu berpapasan = 05.45 + 02.24 = 08.09
Kaprikornus mereka berdua akan berpapasan pada pukul 08.09





Soal 4





Jarak kota A ke kota B 275 km. Ridho naik mobil dari kota A menuju kota B berangkat pukul 07.05 dengan kecepatan rata-rata 52 km/jam. Pada waktu bersamaan Bimo naik mobil dari kota B menuju kota A dengan kecepatan rata-rata 58 km/jam. Jika melalui jalan yang sama dan seluruhnya tanpa hambatan, pada jarak berapa kilometer dari kota B mereka akan berpapasan?





Jawab:





Waktu papasan = \(\fracJarakK1 + K2\)
= \(\frac275 km52 km/jam + 58 km/jam\)
= \(\frac275 km110 km/jam\)
= 2,5 jam
= 2 jam + (0,5 jam x 60 menit)
= 2 jam 30 menit





Waktu berpapasan = 07.05 + 02.30 = 09.35
Kaprikornus mereka berdua akan berpapasan pada pukul 09.35





Soal 5





Roiz berangkat dari Magelang menuju Bandung yang berjarak 330 km dengan kecepatan rata-rata 55 km/jam pada pukul 07.30. Disaat yang serentak Farrel berangkat dari Bandung menuju Magelang lewat jalan yang sama dengan kecepatan rata-rata 65 km/jam. Pukul berapa mereka akan berpapasan?





Jawab:





Waktu papasan = \(\fracJarakK1 + K2\)
= \(\frac330 km55 km/jam + 65 km/jam\)
= \(\frac330 km120 km/jam\)
= 2,75 jam
= 2 jam + (0,75 jam x 60 menit)
= 2 jam 45 menit





Waktu berpapasan = 07.30 + 02.45= 10.15
Makara mereka berdua akan berpapasan pada pukul 10.15





Soal 6





Bayu mengendarai sepeda motor dengan kecepatan rata-rata 20 km/jam dari Wates Menuju Kebumen dengan jarak 87 km. Dari arah yang berlawanan, Agil mengendarai mobil dengan kecepatan rata-rata 25 km/jam menuju Wates lewat jalan yang sama. Jika Bayu berangkat pukul 06.00 dan Agil berangkat pukul 06.45. Pada pukul berapa mereka akan berpapasan?





Jawab:





Selisih jarak = K1 x Perbedaan waktu dalam jam
= 20 x \(\frac4560\)
= 20 x \(\frac34\)
= 15 km





Waktu papasan = \(\fracJarak – Selisih JarakK1 + K2\)
= \(\frac87 km – 15 km20 km/jam + 25 km/jam\)
= \(\frac72 km45 km/jam\)
= 1,6 jam
= 1 jam + (0,6 x 60) menit
= 1 jam 36 menit





Waktu berpapasan = 06.45 + 01.36= 08.21
Makara mereka berdua akan berpapasan pada pukul 08.21





Soal 7





Caca mengendarai sepeda dari rumahnya ke rumah Dian, dengan jarak tempuh 18 km. Dari arah yang berlawanan, Dian mengendarai sepeda menuju rumah Caca. Kecepatan Caca dan Dian berturut-turut adalah 16 km/jam dan 12 km/jam. Jika Caca berangkat pukul 08.00 dan Dian berangkat pukul 08.15, pada pukul berapa mereka berpapasan?





Jawab:





Selisih jarak = K1 x Perbedaan waktu dalam jam
= 16 x \(\frac1560\)
= 16 x \(\frac14\)
= 4 km





Waktu papasan = \(\fracJarak – Selisih JarakK1 + K2\)
= \(\frac18 km – 4 km16 km/jam + 12 km/jam\)
= \(\frac14 km28 km/jam\)
= 0,5 jam
= 0,5 x 60 menit
= 0 jam 30 menit





Waktu berpapasan = 08.15 + 00.30= 09.15
Jadi mereka berdua akan berpapasan pada pukul 09.15





Soal 8





Jarak rumah Budi dan Candra 7,2 km. Budi dan Candra akan berguru bareng . Budi bersepeda berangkat dari rumahnya menuju rumah Candra dengan kecepatan rata-rata 12 km/jam. Lima menit sebelumnya, Candra bersepeda dari rumahnya menuju rumah Budi dengan kecepatan rata-rata 18 km/jam. Jika Budi dan Candra melintasi jalan yang sama, pada jarak berapa km dari rumah Candra mereka berpapasan?





Jawab:





Selisih jarak = K1 x Perbedaan waktu dalam jam
= 18 x \(\frac560\)
= 18 x \(\frac112\)
= 1,5 km





Waktu papasan = \(\fracJarak – Selisih JarakK1 + K2\)
= \(\frac7,2 km – 1,5 km18 km/jam + 12 km/jam\)
= \(\frac5,7 km30 km/jam\)
= 0,19 jam





Jarak papasan = Kecepatan Candra x Waktu papasan
= 18 km/jam x 0,19 jam
= 3,42 km
Kaprikornus mereka berpapasan pada jarak 3,42 km + 1,5 km = 4,92 km dari rumah Candra





Soal Menyusul





Selain kumpulan soal berpapasan di atas, berikut ini kami hidangkan kumpulan soal menyusul yang mampu bawah umur kerjakan sebagai latihan:





Soal 1





Arya berangkat dari Jakarta menuju Bandung pada pukul 07.00 menggunakan sepeda motor dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam. Melalui jalan yang sama, Jeksen berangkat dari Jakarta menuju Bandung pada pukul 07.30 memakai mobil dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Pada pukul berapa Jeksen mampu menyusul Arya?





Jawab:





Selisih jarak = K1 x Perbedaan waktu dalam jam
= 40 x \(\frac3060\)
= 40 x \(\frac12\)
= 20 km





Waktu menyusul = \(\fracSelisih JarakK2 – K1\)
= \(\frac20 km60 km/jam – 40 km/jam\)
= \(\frac20 km20 km/jam\)
= 1 jam





Waktu menyusul = 07.30 + 01.00= 08.30
Makara mereka berdua akan berpapasan pada pukul 08.30





Soal 2





Linda dan Leni tinggal di Surabaya. Mereka akan pergi ke Semarang. Linda berangkat pukul 06.40 dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Kemudian pada pukul 07.00 Leni berangkat dengan kecepatan rata-rata 70 km/jam. Pada jarak berapa kilometer Leni bisa menyusul Linda?





Jawab:





Selisih jarak = K1 x Perbedaan waktu dalam jam
= 60 x \(\frac2060\)
= 60 x \(\frac13\)
= 20 km





Waktu menyusul = \(\fracSelisih JarakK2 – K1\)
= \(\frac20 km70 km/jam – 60 km/jam\)
= \(\frac20 km10 km/jam\)
= 2 jam





Jarak menyusul = Kecepatan Leni x Waktu menyusul
= 70 km/jam x 2 jam
= 140 km
Kaprikornus Leni mampu menyusul Linda setelah menempuh 140 km.





Soal 3





Anisa dan Lia tinggal di Magelang, untuk kuliah mereka harus pergi ke Semarang. Anisa berangkat pukul 05.50 dengan kecepatan rata-rata 30 km/jam. Kemudian pada pukul 06.26 Lia gres berangkat dengan kecepatan rata-rata 75 km/jam. Pada pukul berapa Lia mampu menyusul Anisa?





Jawab:





Selisih jarak = K1 x Perbedaan waktu dalam jam
= 30 x \(\frac3660\)
= 30 x \(\frac35\)
= 18 km





Waktu menyusul = \(\fracSelisih JarakK2 – K1\)
= \(\frac18 km75 km/jam – 30 km/jam\)
= \(\frac18 km45 km/jam\)
= 0,4 jam





Jarak menyusul = Kecepatan Lia x Waktu menyusul
= 75 km/jam x 0,4 jam
= 30 km
Jadi Lia bisa menyusul Anisa sesudah menempuh 30 km.





Soal 4





Rombongan pesepeda berangkat dari Sleman menuju Magelang pada pukul 06.15. Kecepatan rata-rata pesepeda tersebut ialah 18 km/jam. Setengah jam sesudahnya, rombongan pemotor dari Sleman menuju arah dan jalur yang sama dengan pesepeda. Rombongan pemotor bergerak dengan kecepatan rata-rata 63 km/jam. Pada pukul berapa pemotor mampu menyusul pesepeda?





Jawab:





Selisih jarak = K1 x Perbedaan waktu dalam jam
= 18 x \(\frac3060\)
= 30 x \(\frac12\)
= 15 km





Waktu menyusul = \(\fracSelisih JarakK2 – K1\)
= \(\frac15 km63 km/jam – 18 km/jam\)
= \(\frac15 km45 km/jam\)
= \(\frac1 km3 km/jam\) jam
= \(\frac1 km3 km/jam\) x 60 menit
= 20 menit





= 06.15 + 20 menit
= 06.15 + 00.20
= 06. 35
Jadi pemotor bisa menyusul pesepeda pada pukul 06.35.





Demikian kumpulan soal berpapasan dan menyusul yang dapat dipakai untuk melatih penerima didik dalam menguasai materi kecepatan, jarak, dan waktu. Semoga berguna.



Sumber ty.com

Minggu, 28 Juni 2020

Kumpulan Soal Dongeng Tabung Dan Pembahasannya


Tabung ialah bangkit ruang yang mempunyai ganjal dan tutup berbentuk bundar, sedangkan selimutnya berbentuk persegi atau persegi panjang. Pengembangan soal yang berhubungan dengan tabung mampu berupa soal pribadi dan soal kisah tabung.





Volume tabung mampu dihitung dengan cara mengalikan luas bantalan dengan tingginya. Luas alas diperoleh dari \(\pi\) x jari-jari x jari-jari. Sehingga diperoleh rumus volume tabung yaitu \(\pi\) x jari-jari x jari-jari x tinggi tabung





Baca: Rumus Volume Tabung





Kumpulan Soal Cerita Tabung





Pengembangan soal cerita dari tabung mengarah pada 3 hal yaitu volume, tinggi, dan alas. Berkaitan dengan alas tabung dapat ditanyakan panjang jari-jari atau diameternya. Berikut kumpulan soal yang digolongkan menurut ketiga hal tersebut.





A. Mencari Volume Tabung





Soal 1





Sebuah bak penampungan air yang kosong berbentuk tabung memiliki diameter 100 cm. dan tinggi 160 cm. Selama satu jam sudah terisi seperempat dari volume semuanya. Banyaknya air yang dibutuhkan untuk memenuhi bagian yang masih kosong dari bak penampungan air tersebut yaitu … cm\(^3\). (\(\pi\) = 3,14)





Pembahasan:





Volume tabung = \(\pi\) x r x r x t x \(\frac34\)
= 3,14 x 50 x 50 x 160 x \(\frac34\)
= 942.000 cm\(^3\)





Kaprikornus air yang diharapkan untuk memenuhi bagian yang masih kosong ialah 942.000 cm\(^3\).





Soal 2





Sebuah kaleng susu berbentuk tabung dengan panjang jari-jari alas 6 cm dan tinggi 20 cm. Kaleng tersebut berisi penuh dengan susu. Volume susu dalam kaleng tersebut yakni … cm\(^3\). (\(\pi\) = 3,14)





Pembahasan:





Volume tabung = \(\pi\) x r x r x t
= 3,14 x 6 x 6 x 20
= 2.260,8 cm\(^3\)





Kaprikornus volume susu dalam kaleng tersebut ialah 2.260,8 cm\(^3\).





Soal 3





Sebuah drum berupa tabung. Diameter drum tersebut 63 cm dan tinggi 29 cm lebih panjang dari diameter. Drum tersebut telah terisi air 29.788 cm\(^3\). Banyak air yang harus disertakan agar drum tersebut penuh air ialah ….





Pembahasan:





Volume drum =\(\pi\) x r x r x t
= \(\frac227\) x \(\frac632\) x \(\frac632\) x 92
= 286.902 cm\(^3\)





Banyak air yand diharapkan = 286.902 – 29.788
= 257.114 cm\(^3\)





B. Soal Cerita Mencari Tinggi Tabung





Soal 1





Sebuah drum berisi penuh dengan minyak memiliki diameter 70 cm dan tinggi 110 cm. Pada hari pertama sebanyak 144,5 liter minyak laris terjual. Pada hari kedua sebanyak 125.000 cc minyak laku terjual. Minyak yang tersisa dalam drum masih setinggi … cm. (\(\pi\) = \(\frac227\))





Pembahasan:





Volume tabung = \(\pi\) x r x r x t
= \(\frac227\) x 35 x 35 x 110
= 423.500 cm\(^3\)





Sisa minyak dalam drum = 423.500 cm\(^3\) – 144,5 liter – 125.000 cc
= 423.500 cm\(^3\) – 144.500 cm\(^3\) – 125.000 cm\(^3\)
= 154.000 cm\(^3\)





Volume tabung tersisa = \(\pi\) x r x r x t tersisa
154.000 = \(\frac227\) x 35 x 35 x t tersisa
154.000 = 3.850 x t tersisa
154.000 : 3.850 = t tersisa
40 = t tersisa





Jadi sisa minyak dalam drum setinggi 40 cm.





Baca: Rumus Luas dan Keliling Lingkaran





C. Mencari Alas Tabung





Soal 1





Sebuah kaleng roti berbentuk tabung dengan volume 9.420 cm\(^3\) dan tinggi 30 cm. Diameter kaleng tersebut yaitu … cm. (\(\pi\) = 3,14)





Pembahasan:





Volume tabung = \(\pi\) x r x r x t
9.420 = 3,14 x r x r x 30
9.420 = 94,2 x r\(^2\)
9.420 : 94,2 = r\(^2\)
100 = r\(^2\)
10 = r





Diameter = 2 x jari-jari
= 2 x 10
= 20 cm





Makara diameter kaleng tersebut ialah 20 cm.





Simak: Cara Menyelesaikan Akar Kuadrat





Soal 2





Setengah volume tabung ada 38.016 cm³ dan tinggi tabung 42 cm. Jari-jari tabung tersebut ialah ….. (\(\pi\) = \(\frac227\))
A. 26 cm
B. 24 cm
C. 18 cm
D. 12 cm





Pembahasan:





Volume tabung = 2 x setengah volume tabung
= 2 x 38.016
= 76.032





Volume tabung = \(\pi\) x r x r x t
76.032 = \(\frac227\) x r\(^2\) x 42
76.032 = 22 x r\(^2\) x 6
76.032 = 132 x r\(^2\)
76.032 : 132 = r\(^2\)
576 = r\(^2\)
24 = r





Makara jari-jari tabung tersebut ialah 24 cm.



Sumber ty.com

Jumat, 19 Juni 2020

Kumpulan Soal Daur Air Dan Pembahasannya


Daur air ialah siklus yang dialami oleh air yang ada di bumi. Pengembangan bahan pembelajaran daur air dapat dikembangkan menjadi berbagai kombinasi soal. Sebagian besar soal yang beredar dititik beratkan pada tahap infiltrasi.





Kumpulan Soal Daur Air





Soal 1





Prediksi yang terjadi pada tahap infiltrasi bila banyak penebangan pohon dan pembangunan perumahan adalah ….





A. proses perembesan air tanah tidak maksimal
B. binatang akan kehilangan daerah tinggal
C. tanah mampu menyimpan air hujan
D. menciptakan jalan kian panas





Jawab: A





Pembahasan: Tahap infiltrasi yaitu proses penyerapan air ke dalam pori-pori tanah. Jika pori-pori tanah menjadi terhalang oleh pembangunan perumahan, maka proses perembesan tidak optimal.





Soal 2





Jika terjadi penebangan hutan secara liar dan sembarangan, maka efek yang timbul pada proses infiltrasi yaitu ….





A. terhambatnya pemikiran air hujan ke sungai
B. terjadi kekeringan air permukaan
C. berkurangnya curah hujan
D. air tanah menyusut





Jawab: D





Pembahasan: Air tanah akan menyusut karena kemampuan tanah dalam menyimpan air perlu disokong oleh akar-akar dari tanaman yang ada di hutan.





Soal 3





Perhatikan gambar berikut!









Proses transpirasi dan pengendapan ditunjukkan oleh nomor ….





A. 1 dan 4
B. 2 dan 4
C. 3 dan 6
D. 3 dan 8





Jawab: C





Pembahasan:
1. evaporasi
2. evaporasi
3. transpirasi
4. kondensasi
6. presipitasi
8. infiltrasi





Soal 4





Dampak yang terjadi jikalau proses daur air pada tahap infiltrasi terusik yakni ….





A. air di bumi menyusut
B. air sungai menyusut
C. air tanah berkurang
D. air tanah tercemar





Jawab: C





Pembahasan: Jika tahap infiltrasi terganggu maka air tanah berkurang.





Soal 5





Penebangan hutan secara liar menyebabkan terganggunya salah satu tahap daur air. Tahapan yang terusik akhir acara tersebut yaitu ….





A. evaporasi sebab penguapan makin cepat
B. kondensasi karena pengembunan tidak maksimal
C. presipitasi alasannya adalah air terkontaminasi asap dari alat babat
D. infiltrasi alasannya perembesan air tanah menyusut





Jawab: D





Pembahasan: Penebangan hutan secara liar mengakibatkan pori-pori tanah tidak mampu memuat air secara maksimal. Hal ini menimbulkan kemampuan penyerapan air tanah menyusut.





Soal 6





Dampak negatif dari betonisasi jalan dan pembangunan permukiman ialah ….





A. tanah menjadi mudah erosi sebab genangan air
B. berkurangnya air tanah alasannya adalah fase infiltrasi terhambat
C. fase limpasan pada daur air terhambat sebab lahan tergenang
D. kesuburan tanah meningkat sebab genangan air menenteng humus





Jawab: B





Pembahasan: betonisasi dan pembangunan permukiman menghambat tahap infiltrasi yang menimbulkan berkurangnya air tanah.





Soal 7





Prediksi yang terjadi jika terjadi kerusakan hutan adalah ….





A. terjadinya polusi udara
B. absorpsi air semakin baik
C. bertambahnya sumber air tanah
D. tanah humus gampang terbawa arus air hujan





Jawab: D





Pembahasan: Jika hutan mengalami kerusakan maka humus yang ada di lapisan atas tanah akan terbawa arus dikala hujan terjadi.



Sumber ty.com