Normal 0 false false false IN X-NONE AR-SA MicrosoftInternetExplorer4 Peringatan Hari Buruh Indonesia sudah mulai dijalankan tanggal 1 Mei tahun 1920. Bahkan Indonesia tercatat selaku negara Asia pertama yang merayakan 1 Mei selaku hari buruh. Melalui UU Kerja No. 12 Tahun 1948, pada pasal 15 ayat 2, dinyatakan bahwa “Pada hari 1 Mei buruh dibebaskan dari keharusan kerja.” Berdasarkan peraturan tersebut, kaum buruh di Indonesia, senantiasa memperingati May Day setiap tahunnya. Ini berarti telah sejak lebih dari 90 tahun yang kemudian May Day telah diakui sebagai harinya kaum buruh di Indonesia. Namun, sejak kurun pemerintahan Orde Baru, hari Buruh tidak lagi diperingati di Indonesia. Dan semenjak itu, 1 Mei bukan lagi merupakan hari libur untuk memperingati peranan buruh dalam penduduk dan ekonomi. Hal ini disebabkan sebab gerakan buruh dihubungkan dengan gerakan dan paham komunis yang semenjak terjadinya G30S PKI pada 1965 yang ditabukan di Indonesia. Semasa Soeharto berkuasa, agresi untuk perayaan May Day masuk kategori acara subversif, alasannya adalah May Day selalu dikonotasikan dengan ideologi komunis. Konotasi ini terang tidak pas, sebab dominan negara-negara di dunia ini (yang sebagian besar menganut ideologi nonkomunis, bahkan juga yang menganut prinsip antikomunis), menetapkan tanggal 1 Mei selaku Labour Day dan membuatnya selaku hari libur nasional. Orde Baru kemudian melarang buruh untuk memperingati May Day, sebab Orde Baru memiliki panik tersendiri terhadap kesolidan buruh di Indonesia, terutama peringatan May Day yang bisa mengkonsolidasikan ribuan buruh. Namun pada tanggal 1 Mei 1994, Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) kembali merayakan May Day di Medan, meskipun di bawah represifitas pemerintahan Orde Baru. Hal ini lalu dilanjutkan oleh Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) dan Pusat Perjuangan Buruh Indonesia (PPBI) dalam merayakan May Day pada tahun 1995. Aksi yang digalang oleh SMID dan PPBI ini ditujukan ke Kantor Departemen Tenaga Kerja dan kantor Gubernur Jawa Tengah, selaku simbol sentra kekuasaan. Setelah era Orde Baru rampung, meskipun bukan hari libur, setiap tanggal 1 Mei kembali marak dirayakan oleh buruh di Indonesia dengan demonstrasi di berbagai kota. Kekhawatiran bahwa gerakan massa buruh yang dimobilisasi setiap tanggal 1 Mei membuahkan kerusuhan, ternyata tidak pernah terbukti. Sejak perayaan May Day tahun 1999 hingga 2006 tidak pernah ada tindakan destruktif yang dijalankan oleh gerakan massa buruh yang masuk klasifikasi "membahayakan ketertiban lazim". Yang terjadi justru, tindakan represif aparat keselamatan kepada kaum buruh, sebab mereka masih berpedoman pada paradigma lama yang menganggap perayaan May Day yakni subversif dan didalangi gerakan komunis. Sepanjang tahun 1998-2012, aksi-agresi perayaan May Day banyak di kerjakan di pusat-sentra kekuasaan, seperti Kantor Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kantor Gubernur, Istana Negara, Depnaker, Disnaker, Gedung dewan perwakilan rakyat/MPR, dan lain-lain. Namun menariknya, di jangka waktu tersebut terjadi perubahan tujuan agresi dari sentra kekuasaan ke daerah industri, ialah pada rentang tahun 1997-2000. Pada jangka waktu tersebut, agresi-aksi May Day banyak dikerjakan di kawasan-daerah industri, mirip tempat industri Tandes Surabaya, tempat Industri di Sidoarjo, Gresik, Ungaran Jawa Tengah, dan Sukoharjo. Perubahan teladan agresi ke kawasan industri ini dilaksanakan alasannya daerah industri merupakan jantung kapitalisme. Dengan dilakukannya aksi di kawasan industri, maka buatan di pabrik akan berhenti dan pemilik modal akan mengalami kerugian besar. Perubahan pola aksi ke pusat kekuasaan kembali marak terjadi pada masa waktu 2001-2007. Namun info Mayday yang diangkat pada rentang waktu ini mulai menjadi sungguh politis sebab mengusung lawan neoliberalisme dan kapitalisme, menolak revisi UUK No. 13. Isu Mayday pada tahun-tahun ini pun bukan cuma mengangkat informasi normatif saja. Isu tersebut masih didominasi dengan info Mayday sebagai hari libur nasional dan kenaikan upah 100 persen. Sementara meskipun di rentang waktu 2008-2012 masih di warnai aksi-agresi ke sentra kekuasaan, namun yang berbeda di era waktu ini yakni serikat buruh kuning mulai ikut aksi memperingati Mayday. Pada tahun-tahun ini, informasi yang mendominasi ialah informasi upah, tolak PHK, hapus sistem kerja kontrak dan outsourcing. Perubahan teladan agresi ke pusat kekuasaan ini, pada mulanya ditanggapi sangat keras oleh rezim penguasa. Upaya untuk melarang kaum buruh untuk aksi ke sentra kekuasaan sungguh gencar dijalankan oleh rezim penguasa lewat pegawanegeri keselamatan. Bahkan sempat muncul pelarangan dan intimidasi kepada pengemudi truk biar tidak memuat buruh aksi ke pusat-pusat kekuasaan. Namun seiring dengan waktu, respons dari rezim penguasa makin melunak kepada aksi-agresi buruh ke sentra kekuasaan. Dalam akhir-selesai tahun ini, pihak penguasa hanya mengimbau supaya agresi buruh tidak rusuh serta mengawal secara ketat agresi-aksi yang dilaksanakan oleh buruh ke sentra kekuasaan. Selama tahun 2012, selain peringatan Mayday, buruh kembali banyak melaksanakan aksi di kawasan industri. Pada abad Oktober-November saja, agresi yang dijalankan di berbagai kawasan industri ini menimbulkan kerugian yang tidak sedikit bagi pengusaha. Lantas bagaimana aksi demonstrasi buruh 1 Mei 2015 hari ini? kita lihat saja apa yang hendak terjadi. /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; Sumber https://ukoruinsby.blogspot.com
Home
Posts filed under KABAR BERITA
Tampilkan postingan dengan label KABAR BERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KABAR BERITA. Tampilkan semua postingan
Minggu, 15 November 2020
Kamis, 29 Oktober 2020
Pengumuman Beasiswa Bidikmisi 2017
PENGUMUMAN Penerimaan Beasiswa Bidikmisi Angkatan Tahun 2017 UIN Sunan Ampel Surabaya Informasi lebih lanjut, silahkan klik link berikut: BidikMisi 2017 Sumber: www.uinsby.ac.id Sumber https://ukoruinsby.blogspot.com
Rabu, 21 Oktober 2020
Panggung Opening Ceremony Asian Games 2018 Akan Jadi Yang Paling Besar Di Dunia
Upacara pembukaan Asian Games 2018 bakal digelar pada Sabtu (18/8/2018) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Acara berskala internasional yang tinggal menjumlah jam itu pun sudah disiapkan dengan matang oleh pihak Inasgoc . Muhammad Buldansyah selaku Humas Inasgoc mengungkapkan bahwa Upacara Pembukaan ( Opening Ceremony ) Asian Games 2018 akan digelar di panggung yang megah. Muhammad Buldansyah juga mengaku bahwa nantinya panggung Opening Ceremony Asian Games 2018 akan menjadi panggung terbesar di dunia. "Panggung Asian Games 2018 akan menjadi yang terbesar di dunia dengan berat 600 ton," kata Muhammad Buldansyah, Direktur Media dan PR Inasgoc . Tak hanya panggung yang sudah disiapkan dengan megah, ternyata upacara pembukaan Asian Games 2018 nanti juga akan diisi dengan banyak penari. Muhammad Buldansyah mengungkapkan ada 5.000 penari yang siap mengisi acara tersebut. "Penarinya ada 5.000 sudah termasuk penyanyi, lalu konsepnya kebhinekaan, tergolong kekayaan Indonesia yang ada gunung dan lautnya," ujar Muhammad Buldansyah. Opening Ceremony Asian Games dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (18/8/2018) mulai pukul 19.00 WIB. Selama 2 jam 30 menit, akan dihibur oleh tampilan artis-artis terkemuka Indonesia , ribuan penari tradisional, serta melibatkan ribuan pengisi acara yang lain. Sumber: https://www.bolasport.com Sumber https://ukoruinsby.blogspot.com
Selasa, 20 Oktober 2020
Pbak 2018, Rektor Tekankan Tiga Huruf Uinsa
Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) atau yang kini diketahui dengan ungkapan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) ialah aktivitas permulaan bagi setiap akseptor bimbing yang menempuh jenjang perguruan tinggi tinggi. Kegiatan PBAK UINSA untuk tahun akademik 2018/2019 pun digelar selama empat hari, mulai Selasa-Jumat, 28-31 Agustus 2018. Diikuti sebanyak 4437 maba dari Sembilan Fakultas. Membludaknya jumlah maba pun, menciptakan acara PBAK ini digelar di dua tempat berlawanan, yakni Gedung Sport Center and Multipurpose dan Auditorium UINSA, Selasa (28/08/2018). Upacara pembukaan PBAK yang digelar di Halaman Gedung Twin Towers UINSA dihadiri pula Rektor, Wakil Rektor, Dekan beserta jajarannya, serta panitia dari bagian dosen, pegawai, dan mahasiswa. Selain ceremonial, acara pembukaan juga dimeriahkan dengan penampilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Diantaranya seperti penampilan Kelompok Perkusi dari UKM Seni Budaya, Pencak silat, teatrikal evakuasi sandera terorisme bareng Resimen Mahasiswa, sampai iringan musik dan lagu dari Paduan Suara Mahasiswa UINSA. Menyambut para maba, Rektor UINSA, Prof. Masdar Hilmy, S.Ag., MA., Ph.D. memandu untuk bareng meneriakkan yel-yel. “UINSA? Jaya! Jaya! Jaya!” seru segenap peserta PBAK dan tamu yang hadir secara serentak. Dalam peluang ini, Prof. Masdar secara khusus juga menyampaikan ucapan selamat datang dan menjadi Keluarga Besar UINSA. “Kami semua gembira menerima anda semua sebagai Keluarga Besar UINSA. Tidak setiap orang memiliki keberuntungan seperti panjenengan . Karena itu, rasa syukur mesti diwujudkan dengan senantiasa berbuat yang terbaik, giat belajar menuntut ilmu dari para dosen di UINSA,” sambut Prof. Masdar menyemangati. Tak lupa, Prof. Masdar juga berpesan terhadap para maba biar senantiasa menjadi kesehatan serta mengontrol energy, sehingga dapat mengikuti rangkaian kegiatan PBAK dengan baik. “Ini merupaka tahapan penting dalam perjalanan akademis mahasiswa. Pada kesempatan ini kalian akan mengenali apa dan bagaimana, serta nilai-nilai budaya akademik apa saja yang ada di UINSA,” jelas Prof. Masdar. Leih lanjut, Prof. Masdar secara khusus juga mengenalkan secara singkat Visi dan Misi yang dimiliki UINSA. Visi dan Misi UINSA, berdasarkan Prof. Masdar, merupakan akar aliran dan cita-cita yang cemerlang. Dimana UINSA memiliki visi, ‘Menjadi kampus yang unggul dan kompetitif bertaraf internasional. “Kami akan mencetak anak bangsa yang berkarakter pandai dan sholeh. Tidak cuma sholeh pada fatwa islam, namun juga sholeh secara sosial,” terang Prof. Masdar menjelaskan secara singkat tiga huruf yang terkandung dalam Tagline UINSA, yakni Building Character Qualities: for the Smart, Pious, Honorable Nation. “Dengan membentuk tiga abjad; Smart, Pious, Honorable , yakinlah bahwa Allah akan menepati akad untuk menjadikan kita semua menjadi seseorang yang diberikan derajat dan kehormatan,” pungkas Prof. Masdar sembari membacakan Ayat Al Quran ihwal kesepakatan Allah akan meninggikan derajat orang yang cendekia , Yarfaillahulladzina Amanu Minkum Walladzina Utul Ilma Darojat (Qs. Al Mujadalah: 11). (Luk-Tri/Humas) Sumber: http://www.uinsby.ac.id Sumber https://ukoruinsby.blogspot.com
Jumat, 16 Oktober 2020
Zona Merah, Uinsa Perketat Protokol Medis Kampus
Menindaklanjuti penetapan Surabaya sebagai salah satu kawasan Zona Merah Persebaran Covid-19, UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya mulai memperketat protokol medis di lingkungan kampus. Berlaku sejak Senin, 23 Maret 2020, menurut Surat Edaran Rektor Nomor 406 Tahun 2020. Surat Edaran (SE) tersebut, seiring dengan status keadaan darurat yang diberlakukan Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., pada Jumat, 20 Maret 2020. Status tersebut sesuai dengan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/108/KPTS/013/2020, serta mengacu Keputusan Kepala BNPB Nomor 13.A/2020. Mengingat, di Jawa Timur berdasarkan data dari Pemprov dan Tim Gugus Tugas sampai Kamis, 19 Maret 2020 total penderita Covid-19 meraih sembilan pasien, 91 Orang dalam Pemantauan (ODP) dan 36 Pasien Dalam Pengawasan (PDP). “SE ini dikeluarkan setelah menyaksikan kemajuan persebaran Covid-19 yang kian mencemaskan per 22/03/2020. Surabaya ditetapkan oleh Gubernur Jatim selaku zona merah akibat persebaran Covid-19 tertinggi di Provinsi Jawa Timur,” tegas Rektor, Prof. H. Masdar Hilmy, S.Ag., MA., Ph.D. Rektor memastikan, sebagaimana hasil Rapat Koordinasi Pimpinan pada Rabu, 18 Maret 2020, SE ini ditetapkan sebagai upaya pencegahan penyebaran infeksi Covid-19, meminimalisasi peluangpenyebaran, dan melindungi warga kampus. Serta sebagai upaya efektifitas pelaksanaan tugas dan fungsi pegawai dan pelayanan publik dalam suasana pencegahan penyebaran Covid-19. Beberapa keputusan yang ditetapkan dalam SE ini antara lain, memberlakukan sterilisasi kampus hingga ada keteranganlebih lanjut. Dalam masa ini, kampus dikosongkan dan hanya acara layanan satgas pencegahan Covid-19 yang diperbolehkan. “SE ini berlaku hingga ada keteranganlebih lanjut. Mengingat masih belum stabilnya kondisi Surabaya dan peningkatan ODP. Tetapi kita tetap akan review /pantau terus perkembangan situasinya,” tegas Prof. Masdar. Rektor juga menegaskan, bahwa dengan masih berpedoman pada SE Rektor Nomor 400 Tahun 2020, segala bentuk layanan akademik dan non akademik serta presensi pegawai dilaksanakan secara daring dari rumah/tempat tinggal. Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Drs. H. Rijalul Faqih, M.Si., pun menambahkan, bahwa selama era sterilisasi yang diijinkan ke kampus cuma pihak keselamatan dan sangat mendesak untuk menuntaskan pekerjaan yang tidak mampu ditunda. “Pegawai yang terpaksa ke kampus harus memiliki ijin tertulis dari atasan eksklusif. Selebihnya melaksanakan WFH (Work From Home) ,” ujar Drs. Rijalul. Kabiro juga memastikan, acara mahasiswa baik kurikuler maupun ekstrakurikuler ditangguhkan selama masa sterilisasi. Penghuni asrama yang berasal dari daerah Jawa Timur juga dihimbau untuk pulang ke rumah masing-masing. Sedangkan yang berasal dari luar Jawa Timur, dihimbau untuk melakukan self isolated . Selanjutnya, pihak kampus akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melaksanakan desinfeksi di seluruh area kampus beserta ruang kantor, kelas, dan atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Lebih lanjut, Kabiro juga menghimbau agar warga kampus melaksanakan skrining diri dari infeksi Covid-19 dengan mendatangi laman http://checkupcovid19.jatimprov.go.id/ . “Skrining pertama, dilaksanakan pada 22-23 MAret 2020. Selanjutnya skrining kedua pada tanggal 5-6 April 2020. Jika memang ditemukan indikasi gejala covid-19 kami himbau untuk segera mendatangi rumah sakit acuan dan faskes lainnya. Hasil check up nantinya dikirim via email http://bag.kepeg@uinsby.ac.id/ atau konfirmasi via WA ke nomor 081335001731,” terang Drs. Rijalul. Tak lupa, Rektor pun secara khusus juga menghimbau semoga selama kurun sterilisasi segenap warga kampus untuk tetap tinggal di rumah/kediaman masing-masing. “Tetap patuhi protokol medis pencegahan Covid-19; batasi kegiatan di luar rumah yang riskan penularan; dan tetap hati-hati dan waspada, tapi tidak perlu cemas berlebihan. Marilah kita menjadi hero kemanusiaan dengan memutus rantai penyebaran virus covid-19,” tukas Prof. Masdar berpesan. Sumber: https://w3.uinsby.ac.id Sumber https://ukoruinsby.blogspot.com
Rabu, 14 Oktober 2020
Ukor Uinsa Ajak Teman-Teman Galang Dana Covid-19
Ukor Uinsa, Surabaya – Agenda Anniversary Ukor yang ke 26 tahun ini dirayakan dengan menciptakan galang dana. Kegiatan ini dikerjakan untuk menolong bagi warga yang ekonominya menurun karena imbas dari Covid-19 ini dan menolong untuk menghemat dan melawan covid-19 yang kian hari semakin merebak virusnya, terkhususnya untuk daerah Surabaya yang sudah masuk ke zona merah pekat. Jumlah bantuan dari sahabat-sahabat yang terkumpul hingga Sabtu (2/5/2020) meraih Rp 1.300.000,-. “Alhamdulillah kami sudah menerima dari seluruh saudara kami dalam menolong sesama menuntaskan dilema Covid-19, perhari ini, dana terkumpul sebesar Rp 1.3juta.” ujar Rani sebagai Bendahara dalam galang dana “UKOR MELAWAN CORONA”, Sabtu (2/5/2020) Data yang diterima dari perlindungan ini telah dikumpulkan melalui rekening yang meraih 1.3juta dan penggalangan dana yang dijalankan oleh UKOR akan berjalan selama dana dirasa cukup. Hasil penggalangan dana ini akan disalurkan dalam bentuk sembako, maupun masker. Dan diberikan terhadap pekerja informal, seperti pedagang di pinggir jalan, dan pengemudi ojek online di sekitar daerah Surabaya. Masker yang disumbangkan adalah masker kain, masker yang ramah lingkungan, mampu dicuci dan digunakan berulang. Sumber https://ukoruinsby.blogspot.com
Selasa, 13 Oktober 2020
Ditengah Wabah Covid-19, Ukor Uinsa Menentukan Tetap Produktif
Surabaya, 15/05 – Ketua Umum UKOR Ahmad Falahuddin Assegaf Antariksa bareng sejumlah anggota devisi lainnya, mengadakan jadwal aktivitas UKOR selanjutnya yakni Triwulan 1. Triwulan sendiri ialah pertanggung jawaban selama 3 bulan menjadi pengelola didalam 1 kala. Dalam konferensi tersebut, Ketua Umum UKOR menerangkan bahwa Triwulan akan diadakan secara online. Agenda kali ini, membahas wacana pertanggung tanggapan setiap Devisi maupun Cabang Olahraga. Yang dipandu oleh Ketua Umum Ukor sendiri, rapat ini berlangsung sesuai dengan jadwal, dan memiliki tujuan untuk mengeratkan kembali silaturahmi para anggota Pengurus UKOR 2020. Di dalam forum, kami mempresentasikan hasil kegiatan kami selama 3 bulan yang kemudian, dan kami juga saling beropini dan melontarkan pertanyaan serta menunjukkan nasehat untuk pengurus satu sama lain. Tak cuma pengurus, Triwulan 1 juga didatangi oleh Demisioner dan Fokus yang mengawasi kinerja para pengurus, serta tidak lupa untuk menawarkan nasehat dan masukan agar Pengurus UKOR 2020 kedepannya menjadi lebih baik lagi. Jadwal dari Agenda Triwulan 1 sendiri ialah, mulai dari tanggal 26 April sampai dengan 10 Mei 2020. Dengan kondisi yang sangat penuh kendala, mirip kurang stabilnya jaringan juga aplikasi yang eror, namun itu semua tidak menciptakan kami, para pengelola kekurangan semangat untuk melakukan Agenda yang telah dijadwalkan jauh-jauh hari. Dengan Ketua Umum Ukor yang sangat memotivasi serta aben semangat untuk kami selaku pengelola, agar selalu tetap produktif walaupun dalam kondisi Pandemic Covid-19. Setelah acara Triwulan 1 selesai, para pengurus pun memutuskan untuk tetap mempertahankan silahturahmi dan melanjutkan aktivitas yang telah di rencanakan ialah Ukor Ramadhan 2020. Sumber https://ukoruinsby.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)